1. Goa Pindul
Goa Pidul adalah salah satu dari gua didaerah Gunungkidul yang dialiri
aliran sungai dibawah tanah. Panjang Totalnya 300 m dan lebar
rata-ratanya 5-6 m, kedalam air antara 4-7 m, tinggi permukaan air
kelangit-langit gua sekitar 4,5 m, waktu tempuh sekitar 20-40 menit.
Aliran air didalam goa cukup tenang, sehingga tidak diperlukan
ketrampilan yang tinggi untuk menyusurinya dan cocok untuk segala usia.
Menurut perkembangan sistem goa, Goa Pindul ini termasuk dalam Goa
Stadia Wisata.
Goa Pindul terbagi menjadi 3 zona yaitu zona terang, zona remang, zona gelap abadi.
Dibagian
dalam goa terdapat sebuah stalagtit yang sudah menyatu dengan stalagmit
sehingga tampak seperti sebuah pilar dengan ukuran lebar lima rentangan
tangan orang dewasa. Ditengah goa terdapat ruang yang cukup besar
dengan lubang diatasnya sehingga sinar matahari dapat masuk melalui
lubang tersebut. Bagian tersebut adalah yang disebut dengan zona terang.
Lubang diatas goa ini seringkali digunakan sebagai jalan masuk vertikal
oleh anggota tim sar yang hendak melakukan latihan. Goa pindul
diresmikan sebagai objek wisata alam oleh almarhum Sumpeno Putro,
Bupati Gunungkidul, pada tanggal 10 oktober 2010 bertepatan dengan fam
tour pejabat kabupaten Gunungkidul.
Nama Goa Pindul
sendiri berasal dari kisah perjalanan Ki Juru Mertani dan Ki Ageng
Pemanahan yang dutus oleh Panembatan Senopati di Mataram untuk membunuh
bayi laki-laki buah cinta putri Panembatan senopati yaitu Mangir
Wonoboyo dari Mangiran (Bantul). Dalam perjalanannya, kedua abdi itu
sepakat untuk tidak membunuh sang bayi, keduanya lalu pergi lalu pergi
kearah timur (arah Gunungkidul) hingga tiba disuatu dusun didaerah
karangmojo. Disana keduanya menggelar tikar dan alas tempat tidur bekas
persalinan sang bayi kemudian menguburnya. Dusun tersebut dinamakan
dusun Gelaran. Sementara itu sang bayi terus saja menangis, kedua
utusan itu pun memutuskan untuk memandikan sang bayi. Ki Juru Mertani
naik kesalah satu bukit dan menginjak tanah di puncak bukit, dengan
kesaktiannya tanah yang diinjakpun runtuh dan mengangalah sebuah
lubang besar dengan aliran air dibawahnya. Sang bayi kemudian dibawa
turun dan dimandikan di dalam goa dilubang tadi. Saat dimandikan, pipi
sang bayi terbentur (jawa : kebendhul) batu yang ada didalam. Karena
peristiwa tersebut akhirnya goa itu dinamakan Goa Pindul.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar