Cute Onion Club - Onion Head

Senin, 06 Oktober 2014

Akhlaqul Karimah

Satu hal penting dalam Islam adalah akhlaq, kedudukan akhlaq dalam Islam adalah bagaikan buah dari pohon. Seorang muslim yang telah melatih dirinya dalam sholat dan puasa dengan benar akan menjadi Muslim yang berakhlaq mulia. Sholat, zakat, puasa merupakan tarbiyah atau latihan dalam mendidik diri menjadi insan yang berakhlaq mulia (berbudi pekerti)

Apa sajakah Akhlaq seorang muslim itu? Khuluqul Muslim dijabarkan sebagai berikut:

Ikhlas

Ikhlas merupakan suasana hati seorang muslim yang kosong dari keinginan-keinginan duniawi seperti mendapatkan pujian, memperoleh penghargaan, supaya tampak baik di mata orang lain, ikhlas adalah hati yang menggerakkan badan agar melakukan perbuatan baik dengan niat murni lillahi ta’ala hanya mengharap keridho’an Allah ‘Azza wa Jalla. Bukanlah perbuatan ikhlas kalau kita beribadah supaya dilihat mertua, juga bukan ikhlas kalau kita bekerja dengan baik agar bos senang, bercakap manis agar atasan suka, ini berarti masih menggantungkan harapan kepada selain Allah. Muslim yang ikhlas hanya bergantung pada Allah, bekerja untuk mencari nafkah keluarga dengan niatan hanya karena Allah. Beribadah ikhlas walaupun tidak dilihat manusia bahkan di tempat tersembunyi sekalipun, hanya semata-mata mengharap keridho’an Allah.

Qona’ah

Seorang muslim yang qona’ah selalu mencukupkan apa yang ada, tidak ngoyo dalam mencari harta dunia, jauh dari sifat menghalalkan segala macam cara untuk meraih harta. Qona’ah berarti bersyukur dengan rizqi yang telah diberikan oleh Allah kepada kita. Qona’ah berarti menjauhkan diri dari sifat ingin memiliki apa yang dimiliki orang lain, merasa cukup dengan harta sendiri. Namun qona’ah bukan berarti malas, tidak berusaha, seorang yang qona’ah tetap rajin menjemput rizqi Allah, berusaha keras meningkatkan mutu kehidupan sedangkan hasilnya diserahkan kepada Allah, sedikit atau banyak tetap disyukuri. Namun sudah merupakan sunatullah orang yang bekerja keras dan pintar (work hard and work smart) akan banyak berhasil ketimbang gagal, kalaupun pernah gagal itu hanyalah pembelajaran saja sehingga bisa berhasil di kemudian hari.

Zuhud

Zuhud artinya menjauhi. Muslim yang baik adalah muslim yang jauh dari terlalu sibuk memikirkan dunia. Islam adalah agama yang seimbang, seorang muslim diperbolehkan mencari ma’isyah penghidupan di dunia namun harus tetap ingat dengan ibadah mempersiapkan kehidupan di kampung akhirat. Dunia dan akhirat adalah dua hal yang saling tarik menarik, bila seseorang terlalu sibuk dengan urusan dunia, semisal pekerjaan kantor atau perdagangan, biasanya banyak melalaikan kehidupan akhirat, lupa dengan kehidupan akhirat. Demikian juga bila manusia terlalu sibuk dengan akhirat biasanya akan melalaikan kegiatan bekerja mencari ma’isyah penghidupan. Islam menganjurkan agar kita bisa membagi adil urusan dunia dan akhirat, bekerjalah untuk duniamu seakan-akan engkau akan hidup selamanya namun bersholatlah seakan-akan engkau akan mati besok. Idealnya adalah seorang muslim dan muslimah sebelum bekerja niatkan bekerja itu untuk mardhatillah mencari keridho’an Allah. Jadi bekerja lillahi ta’ala.

Amanah

Amanat adalah segala hak yang dipertanggung jawabkan kepada seseorang, baik hak-hak itu milik Allah (haqqullah) maupun hak hamba (haqqul adami), baik berupa pekerjaan maupun perkataan dan kepercayaan hati. Amanat itu meliputi segala yang diamanatkan kepada kita, bisa berupa jabatan, benda, harta atau kepercayaan untuk melakukan sesuatu. Amanat harus kita pelihara dan kita tunaikan dengan benar.

Rasulullah SAW bersabda:

” Kamu sekalian pemimpin dan kamu sekalian akan diminta pertanggungjawaban tentang apa yang kamu pimpin, imam (pejabat) adalah pemimpin dan ia akan diminta pertanggungjawaban tentang apa yang dipimpinnya, laki-laki (suami) adalah pemimpin dalam lingkungan keluarganya, dan ia akan ditanya tentang apa yang dipimpinnya. Perempuan (istri) juga pemimpin dalam mengendalikan rumah tangga suaminya, dan ia juga akan ditanya tentang apa yang dipimpinnya, dan pembantu rumah tangga juga pemimpin dalam mengawasi harta benda majikannya, dan dia juga akan ditanya tentang apa yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari)

Jadi semua orang akan ditanya tentang urusannya, tentang apa yang ada dalam wilayah kekuasannya. Bila ia seorang kepala rumah tangga akan ditanya tentang keluarganya, bila ia seorang pejabat akan ditanya tentang tugas jabatannya apakah telah ditunaikan dengan baik, apalagi bila ia kepala negara akan ditanya tentang negara yang menjadi tugasnya.

Pernah suatu ketika khalifah Umar bin Khattab merasa terganggu dan bahkan selama setahun tidak bisa tidur dengan nyenyak gara-gara seekor kambing milik peternak hilang di pinggir sungai. Umar merasa tidak bisa melindungi keamanan harta rakyatnya sehingga ia tidak bisa tidur sampai kambing yang hilang itu ditemukan. Dan benar, kambing itu ditemukan 1 tahun kemudian. Demikian lah pejabat yang amanah akan merasa peduli terhadap segala kondisi rakyat dan negaranya. Tidak pernah mengecilkan permasalahan apalagi melempar tanggung jawab.

Allah berfirman yang artinya:

” Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil.” (S. An Nisaa: 58)

Contoh indah dalam dunia Islam terjadi pada zaman Nabi dan para sahabat, keadilan ditegakkan dengan benar, tidak tebang pilih, yang terbukti salah dihukum dan yang terbukti tidak bersalah dilepaskan. Pejabat, rakyat, orang kaya, orang miskin sama kedudukannya di depan hukum Islam.

Rajaa’ dan Khauf

Rajaa’ artinya berharap sedangkan khauf artinya takut. Manusia dalam kehidupan sehari-harinya tidak pernah lepas dari masalah, tidak ada orang yang hidup tanpa masalah. Ada orang yang penat karena tidak mempunyai pekerjaan, menganggur dan bosan dengan keadaan diri, sementara orang lain ada yang sudah bekerja namun merasa tidak cocok dengan pekerjaannya, dengan lingkungan ia bekerja, tidak cocok dengan teman-teman satu profesi. Di sisi lain ada orang yang bingung karena anaknya banyak, bingung memikirkan masa depan, sementara ada orang yang bingung karena belum juga dikarunia anak. Yang bekerja wiraswasta ingin menjadi PNS sedangkan yang pns ingin menjadi wirasawasta. Itulah kehidupan, tak ayal lagi karena banyaknya masalah yang muncul dalam kehidupan terkadang manusia merasa takut dengan kehidupannya, khawatir dengan masa depannya, khawatir dengan penghasilannya, khawatir dengan kariernya, khawatir…..khawatir.

Ketakutan dan kekhawatiran itu seringkali menimbulkan dorongan bagi manusia untuk mencari pegangan, ia mencari harapan untuk menggantungkan diri dan kehidupannya, untuk memperbaiki nasibnya. Nah bagi seorang muslim sudah diberikan tuntunan yang jelas bila ia takut maka kembali kepada Tuhannya, sholat menyembah-Nya, dzikir mengingat-Nya. Ia bersimpuh di depan Allah yang maha besar, hanya Allah yang maha besar sedangkan selain Allah itu kecil. Masalah itu kecil, karier itu kecil, uang itu kecil, sehingga tidak perlu lagi takut dan khawatir kepada yang kecil-kecil. Hanya kepada Allah kita boleh takut, takut melanggar larangan-Nya, takut mendapatkan murka-Nya. Sebab apa yang ada dalam kehidupan dunia ada akhirnya. Karier ada akhirnya yaitu pensiun, masalah pengangguran ada akhirnya setelah kita memperoleh pekerjaan atau merintis usaha, masalah anak ada akhirnya setelah kita memperoleh anak, masalah anak banyak ada akhirnya setelah anak-anak mentas dan memperoleh pekerjaan atau merintis wirausaha.

Saat memperoleh masalah, seorang muslim akan menggantungkan dirinya total kepada Allah SWT, ia meminta pertolongan, ia berusaha, ia berharap hanya kepada Allah. Berdo’a hanya kepada Allah, berusaha dengan niat mencari keridhoan Allah, bertawakkal hanya kepada Allah. Allah tidak akan menyia-nyiakan amal seorang hamba, ia akan menjawab do’a hamba-hamba-Nya. Di sisi Allah semua masalah itu ada solusinya. Penyakit yang divonis dokter tidak dapat diobati seperti jantung koroner, gagal ginjal, kanker dan lain-lain, dapat sirna dan penderita dapat sembuh sehat wal ‘afiat bila Allah menghendaki. Maka dari itu gantungkanlah harapan kepada Allah, hanya takutlah kepada Allah. Dengan jalan itu kita akan selamat dalam kehidupan di dunia dan di akhirat.


Ihsan

Ihsan artinya adalah berbuat kebaikan. Muslim yang baik selalu berusaha berbuat kebaikan untuk dirinya, keluarganya, dan untuk orang-orang di sekitarnya. Bila ia orang yang memiliki kelebihan harta, ia tak segan untuk mensedekahkan hartanya di jalan Allah. Bila ia melihat tetangganya kekurangan, dengan ringan tangannya mengulurkan bantuan uang kepadanya dalam upaya meringankan beban hidup tetangga. Ia bantu adik-adiknya bersekolah sehingga memperoleh ilmu yang bermanfaat. Kalau ia berwirausaha, ia niatkan usahanya lillahi ta’ala sehingga ketika usaha telah membesar, ia bantu saudara dan temannya untuk ikut bekerja bersamanya, bersama-sama menjemput rizqi dari Allah.

Bila seorang muslim belumlah lagi berkelimpahan harta, yang ada hanyalah tenaga, ia sumbangkan tenaganya untuk menolong saudara dan teman serta tetangga. Ia bantu teman dalam membersihkan lingkungan dari sampah. Ia bantu kawan dalam membangun rumah, ia tolong teman yang kebetulan mobilnya mogok di tengah jalan. Ia bantu memperbaiki rumah yang bocor, atau memperbaiki masjid yang atapnya rusak. Itu semua dengan niat lillahi ta’ala. Ia tidak mengharapkan upah dari bantuannya, ia hanya mengharapkan ridho Allah SWT.

Orang yang ihsan tidak butuh menampak-nampakkan amalnya, orang yang ihsan tidak meminta agar namanya disebut-sebut. Orang yang ihsan berusaha menyembunyikan amal kebaikannya. Ia berusaha menjauhi pujian karena semua yang ia lakukan berlandaskan ikhlas hanya berharap kepada Allah. Orang yang betul-betul ihsan kadangkala orang tak merasa keberadaannya, karena ia sepi dari pamer kebaikan, namun orang akan merasa kehilangan manakala ia pergi meninggalkan masyarakatnya. Orang yang ihsan akan menumbuhkan kebahagiaan dalam diri dan keluarganya, menimbulkan ketenangan dalam masyarakatnya.

Pantai
    Lautan Kesabaran

akhlaq
    bunga akhlaq


Sabar

Sabar ialah tahan menderita keadaan yang tidak disenangi dengan ridha dan menyerahkan diri kepada Allah. Bukanlah disebut sabar, orang yang menahan diri dengan terpaksa, tetapi sabar yang hakiki ialah sabar yang berdiri di atas kepasrahan kepada Allah dan menerima ketetapan Allah dengan lapang dada.

Nabi Muhammad bersabda:

“Bersabar adalah cahaya yang gilang gemilang.” (Hadits Riwayat Muslim)

Sabar merupakan modal bagi muslimin dan muslimat untuk mencapai keberhasilan di dunia dan di akhirat, sebab segala sesuatu pasti ada cobaannya. Orang berbuat baik juga ada cobaannya, orang berwirausaha ada cobaannya, kondisi susah ada cobaan, kondisi senang ada cobaan. Tidak mampu kita melalui kehidupan tanpa modal kesabaran.

Allah SWT berfirman yang artinya:

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, keurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan :”Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun.” Mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Surat Al Baqarah, ayat 155-157)
SUPER CAMP
Mungkin untuk sebagian orang diluar sana, aneh ketika mendengar kata SUPER CAMP.tetapi untuk anak-anak Darussalam Ciamis hal tersebut sudah tidak asing lagi, apalagi untuk siswa-siswi Program Keagamaan dan KPB.
Super camp adalah, camping berbasis bahasa. Jadi setiap peserta yang mengikuti camping tersebut ketika ada dalam wilayah perkemahan wajib menggunakan bahas Arab dan Inggris, tentu saja ketika ada peserta yang melanggar hal tersebut, mereka akan di hukum oleh lajnah-lajnah (panitia-panitia) yang bertugas. Walaupun hal tersebut menegangkan tetapi itu sangat mengasyikan dan mengesankan.
Apalagi ketika season game, disana kita belajar sambil bermain. Biasanya kami bernyanyi dengan bahasa arab dan masih banyak game lain yang mengasikan .
Dan ada satu season lagi yang gak kalah mengasikannya yaitu season outbond. Wahhh itu sangat amazing sekali bukan? Biasanya outbond dilakukan saat hari terakhir diadakannya kegiata Super Camp. Untuk wahana dan tempat outbond biasanya disesuaikn oleh para lajnah. Sayapun punya cerita di balik season outbond  tersbut, agar tidak penasaran tunggu ya postingan selanjutnya yaaa !!

Kamis, 02 Oktober 2014



                        PAJAK DI NEGARAKU

Hari semakin siang, suara-suara berisik dari dalam kelas sangat terdengar jelas menyemarakan siang yang begitu panas di hari itu, angin berhembus dengan tenangnya menuju selah-selah setiap ruangan.
Alex berlari mengejar guru bahasa inggris yang baru saja keluar dari ruang kelasnya.
“ibu serius nih saya terpilih menjadi salah seorang dari mereka?”. Tanya Alex girang
“tentu saja, bukankah sejak lama kamu sudah memimpikannya ?”. Jawab guru itu
“iya sih bu tapi apakah saya pantas menjadi salah seorang dari mereka ?”.
“ya kamu sangat pantas Alex, nanti sepulang sekolah kamu jangan pulang dulu, karena Bapak kepala sekolah ingin bertemu denganmu!”.  Sambil berlalu meninggalkan Alex yang masih bergeming tanpa kata
Alex hanya  terdiam saat mendengar guru bahasa inggris itu mengucapkan kata terakh irnya. “Akhirnya mimpiku menjadi kenyataan juga”. Ucapnya dalam hati .
Kringggggggggggggg !!!!!!!!!... Bel pulang telah berbunyi. Siswa-siswi mulai berhamburan meninggalkan kelasnya masing-masing. Alex masih berdiam diri dikelas, tanpa dia sadari guru bahasa inggrisnya sudah berada di dalam kelas .
“Alex coba ikut saya keruangan kepala sekolah!”. Ucap guru bahasa inggris mendongkrak lamuan Alex saat itu.
“Ooooh baik bu”. Seketika Alex langsung menjawab.
Alex mengikuti guru bahasa inggrisnya menuju ruang kepala sekolah, sembari melihat sekeliling halaman sekolah yang sudah nampak sepi, tetapi masih menyisakan setumpuk sampah kertas dan plastik yang masih berserakan. Dilihatnya di sudut sekolah yang jauh dari penglihatannya seorang bapak tua yang menyapu halaman, sepertinya itu tukang kebun yang sudah lama bekerja disekolah.
Tibalah alex di depan pintu ruang kepala sekoalah yang  sudah terlihat tua,
“Ayo alex masuk!”. Ucap kepala sekolah yang terlihat sudah dari tadi menunggu.
Alex melangkahkan kakinya dengan mantap untuk masuk ke-ruang kepala sekolah itu, tanpa mempedulikan baju yang di pakainya sudah lusuh, dan penampilan yang sudah semerawut.
“Alex karena kamu adalah salah satu siswa yang berprestasi, saya harap kamu mau dikirim ke Canada, untuk pertukaran pelajar bulan besok”. Ucap kepala sekolah yang masih terlihat muda membuka pembicaraan di siang itu.
Alex hanya menunduk. “ya pasti mau dong, secara gitu di kirim ke Canada”. Ucapnya dalam hati .
“Sudah kamu jangan bingung, gunakan kesempatan ini sebaik mungkin untuk belajar”. tutur guru bahasa inggris yang duduk di sebelahnya, seakan-akan bisa membaca pikiran anak laki-laki yang masih duduk di bangku kelas XI SMA itu.
***

Waktu terus bergulir, matahari semakin turun ke arah barat.
Alex pulang ke-rumahnya dengan wajah sumringah, tetapi penampilannya masih tetap terlihat kucel dan amurawut.
“Ehh Alex udah pulang”. Sambut ibunya yang sedang duduk manis di sofa empuk berwarna coklat, sembari menonton TV.
“Iya bu! ibu tau gak aku di kirim ke Canada buat pertukaran pelajar”. Ucap Alex penuh semangat sambil melemparkan tas ransel yang ia pakai hampir seharian ke sekolah, lalu menghempaskan tubuhnya ke sofa persis di sebelah ibunya.
Seketika ibunya membelalak dan menengok ke arah Alex yang masih terlihat sumringah itu ”Selamat sayang, itukan mimpi kamu dari dulu” Ucap ibunya.
Alex tersenyum sambil menaik turunkan kedua alisnya .
“Selamat yaa!, ibu bangga mempunyai anak seperti kamu”. Kata ibunya dengan mata yang berbinar-binar.
“Aku ke kamar dulu ya bu!”. Sembari membawa tas yang tadi ia lemparkan ke sofa.
Ibunya tidak menjawab dia hanya diam seribu kata, karena masih belum percaya anak satu-satunya itu akan berangkat ke Canada untuk pertukaran pelajar.

***

Hari-hari dia lewati seperti biasa yang selalu dia lakukan, meski ada beberapa yang berbeda tetapi Alex terlihat semangat menjalani semuanya.
Hingga tiba saat yang sangat di tunggu-tunggu Alex, yang membuat kedua orangtuanya sangat bangga. Tetapi  bukan hanya bangga karena anaknya bisa menjadi salah seorang yang terpilih untuk pertukaran pelajaran saja, bahkan mereka bangga atas prestasi yang sering dia raih.
“Saya berangkat ya bu! dan salamkan pada ayah”. Pamit Alex yang kebetulan ayahnya sedang kerja di luar kota.
“Iya lex ibu pasti akan menyampaikan salammu itu, hati-hati ya lex!”. Kata ibunya sembari meneteskaan air mata.
Alexpun berjalan dengan membawa dua koper di tangan kanan dan kirinya serta satu tas ransel yang selalu dia pakai ke sekolah setiap hari, menuju mobil yang akan mengantarnya ke bandara yang begitu terkenal di kota itu.
Alex masuk ke dalam mobil dengan perasaan yang tidak karuhan, sebab di samping dia bahagia karna mimpinya bisa tercapai, dia sedih meninggalkan ibunya yang selalu ada dalam hari-harinya, tetapi untuk enam bulan kedepan dia tidah bisa bersama ibunya .
Mobil sudah melaju, Alex masih merenung dan diam tanpa kata, padahal teman-temannya  saling bercanda gurau, hingga sampai ke stasiun yang telihat lengganag di sore itu.
Alex dan rombongan keluar dari mobil AFV dan langsung menuju registrasi pasport untuk cek in, mereka menunggu pemberangkatan pesawat yang akan membawanya terbang ke Canada.
Tepat pukul 16.30 WIB pesawat yang membawa Alex dan teman-temannya lepas kandas menuju Canada. Dalam pesawat Alex hanya terdiam membisu. Teman-temannya menjadi heran mengapa Alex yang yang biasanya selalu ceria tapi sekarang dia hanya bisa diam dan diam.
“Kenapa tuh si Alex diem melulu?”. Ucap salah seorang temannya yang memakai celana jeans berwarna biru dan di padukan dengan baju berwarna hitam bertuliskan “I LOVE YOU CANADA” berwarna putih.
“Mana gue tau”. Ujar teman dekat Alex yang duduknya persis di sebelah kanan Alex.
“Udahlah jangan mikirin si Alex, mending kita tidur biar ntar kalo udah nyampe Canadanya terlihat fresh enggak loyo” Celoteh seorang teman wanitanya.
Tujuh jam sudah berlalu, pesawatpun akhirnya tiba di canada air. Saat turun dari pesawat mereka sangat senang dan sangat menikmati suasana malam di Canada yang baru pukul 20.30 waktu sekitar, hingga Alexpun ikut terbawa suasana yang begitu indah.
Hari pertama mereka lewati hanya dengan beristirahat di sebuah hotel bintang lima di Canada.
Saat malam kedua Alex dan rombongannya berada di Canada, mereka pergi berjalan-jalan di sekitar hotel yang mereka tempati. Mereka menjumpai sebuah kaffe dan beberapa tempat pembelanjaan lainnya. Mereka begitu menikmati suasana malam yang penuh dengan kerlipan lampu-lampu, terjauh dari folusi udara, tidak merasa sumpek dengan kendaraan yang macet, yang sangat berbeda jauh dengan negara asal Alex dan kawan-kawannya.
Saat Alex dan teman-temannya sudah merasa kelelahan mereka langsung pulang menuju hotel bintang lima yang mereka tempati.
***